Hello all! Akhirnya liburanku di Siantar berakhir. Dan sesuai janjiku, aku akan menceritakan pengalaman liburanku ini.Tapi bingung juga harus mulai dari mana. Oke, kita bikin berurutan ya, mulai dari liburan di Pasir Putih.

Sebenarnya kunjungan ke pasir putih di parbaba hanya sebentar. Tujuan utama kan ingin pergi ke Tuk-tuk. Tapi karena aku penasaran sama Pasir Putih, kamipun menyempatkan untuk berhenti sebentar di sana. Wow, nggak rugi deh! Lumayan cantik juga pantainya. Kamipun sempat berfoto di sana.

picture-015

aku dan kakak2ku

Hari semakin siang, kami cepat-cepat masuk mobil dan menuju ke Tuk-tuk. Perjalanan dari Parbaba ke Tuk-tuk lumayan jauh. Banyak tikungan-tikungan, sehingga tidak boleh ngebut di sana. Di sepanjang perjalanan, kami tidak puas-puasnya melihat pemandangan Danau Toba yang tidak pernah berhenti terlihat. Kami juga melihat sesuatu hal yang tidak biasa, ternyata ada pulau lagi di dalam Danau Toba. Pulau-pulau itu kecil, dan terlihat banyak rumah-rumah dipinggir-pinggirnya. Sungguh luar biasa danau toba ini. Ternyata tidak hanya Pulau Samosir yang ada di tengah-tengahnya.

Kira-kira satu setengah jam kemudian kami sampai di Tuk-tuk. Di pinggir-pinggir jalan di Tuk-tuk, banyak terdapat penginapan dan restoran. Yang tidak kalah banyak adalah toko souvenir yang kebanyakan menjual pahat-pahatan dan patung. Yang langsung terlintas di benakku saat melihat semua itu adalah, Bali. Ya, Tuk-tuk hampir persis seperti jalan-jalan di Bali, banyak penginapan, banyak toko souvenir. Walaupun aku belum pernah melihat Bali secara langsung, tetapi aku sering melihat di acara-acara wisata di televisi. Tetapi, ada satu perbedaan mencolok antara Tuk-tuk dan Bali. Tuk-tuk tidak seramai Bali. Bisa di bilang Tuk-tuk sepi sekali. Walaupun di sepanjang jalan aku dapat melihat turis-turis asing. Istilahnya kalau nggak salah, backpacker ya?

Mama mengajak kami duduk-duduk di sebuah penginapan. Namanya, Penginapan Dumasari. Tempatnya bagus, sudah layaklah untuk turis-turis asing. Waktu kami memasuki penginapan itu, kami langsung disambut hangat oleh si petugas penginapan. Wah, aku tercengang juga melihatnya. Ternyata benar kata bapak-ku, orang-orang di Tuk-tuk ini sudah tau bagaimana beramah-tamah kepada wisatawan. Memang Tuk-tuk sudah layak untuk jadi tempat tujuan wisata seperti Bali. Aku pun sempat mengambil gambar di sekitar penginapan itu.

danau toba di depan penginapan dumasari

danau toba di depan penginapan dumasari

bule lagi mandi di danau toba

bule lagi mandi di danau toba

picture-036

anak-anak berenang di dekat kapal

penginapan dumasari

penginapan dumasari

Setelah puas mengobrol, minum teh, dan berfoto di sana, kamipun bersiap untuk pulang. Tak lupa si petugas penginapan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum lebar.

Oke, sekarang aku ceritakan perjalanan ku di Siantar ya..!

Dari rumah, kami berangkat sekitar jam lima pagi. Kami berangkat sepagi itu supaya kami bisa langsung menyebrang naik kapal jam tujuh. Sesampainya kami di Tomok, kami terlambat. Kapalnya sudah penuh dan kami harus mengantri untuk menaiki kapal selanjutnya. Kenapa pelabuhan tiba-tiba bisa sepenuh ini? Ternyata banyak juga wisatawan2 lokal dari luar kota yang datang ke Samosir untuk berlibur.

Akhirnya, setelah menunggu dengan jenuhnya, kami masuk juga ke kapal feri itu. Di kapal, aku tidak keluar dari mobil. Rasanya aku masih mengantuk dan masih ingin tidur. Akupun berbaring, tidur. Tidak terasa kami sudah sampai di Ajibata. Walaupun sudah bukan di Pulau Samosir lagi, tetapi Ajibata masih termasuk bagian dari kebupaten Samosir. Ternyata di Ajibata sudah terlihat antrian panjang mobil yang ingin menyebrang ke Tomok. Ternyata yang ingin ke Samosir tidak kalah banyaknya. Wah, pusing lah melihat kumpulan mobil-mobil itu. Soalnya sudah lama aku tidak merasakan kemacetan. Hehehe.

Dari Ajibata, kami menuju ke Siantar. Our first destination, yaitu sebuah restoran mie pangsit. Nama restorannya “Awai”. Pemiliknya orang Cina. Memang di Siantar ini banyak sekali restoran Cina-nya, dan masakannya enak-enak. Hemm, aku sudah tidak sabar ingin makan mie pangsit, apalagi aku sudah lapar. Ternyata mie pangsitnya memang enak. Aku nambah loh! 🙂

Setelah itu kami pergi ke toko roti Ganda. Memang toko roti yang sangat terkenal ini selalu menjadi tujuan kami setiap pergi ke Siantar. Tetapi sayang, saat kami datang, makanan-makanannya sudah habis semua. Yang tersisa hanyalah popcorn manis. Mama akhirnya hanya membeli popcorn itu. Dan rasanya ternyata enak sekali. Aku ketagihan deh.

toko roti ganda

toko roti ganda

Habis itu kami pergi ke Supermarket “Suzuya”. Mama dan kakak-ku turun dari mobil dan masuk ke supermarket itu, tetapi aku, bapak, dan kak Irene menunggu di mobil. Di mobil, kami mendengarkan radio. Aku pun iseng-iseng mengambil gambar jalan raya di depan Supermarket Suzuya.

jalan raya didepan suzuya

jalan raya didepan suzuya

Karena sudah capek, kami langsung pulang ke rumah ompung. Kami beristirahat sebentar. Lalu malam harinya, Mama mengajak kami keluar lagi. Ternyata mama ingin bertemu dengan temannya di sebuah restoran. Namanya “Pizza House”. Sudah bisa ditebak, itu adalah restoran pizza. Sudah lama nggak makan Pizza. Hahaha.

Di restoran pizza itu, mama dan bapak mengobrol asyik dengan teman mereka. Setelah puas makan dan mengobrol, kami pun pulang. Sungguh aku lelah sekali. Akupun langsung tidur.

Nah, hari ini, kakakku pulang ke Jakarta. Setelah bapak dan mama mengantarkan dia ke tempat taksi, kamipun langsung bersiap untuk pulang ke Pangururan. Sebelum kami pulang, kami menyempatkan untuk makan siang di “Awai” lagi. Memang kami ketagihan, saking enaknya. Lalu kami jajan ke Toko Roti Ganda lagi, karena kemarin tidak ada yang bisa kami beli. Mama membeli banyak sekali makanan. Yang paling kami gemari, popcorn. Mama membeli tujuh bungkus. Haah, puaslah kami makan popcorn, tinggal kurang layar tancepnya aja. Hahaha, jayus ah. Ada lagi yang mama beli, opak. Mama beli opak sampai dua bungkus besar. Duh, siapa yang mau menghabiskan semua makanan ini. Heem… Akhirnya kamipun menuju ke Ajibata. Setelah menyebrang, akhirnya kamipun sampai di rumah dengan keadaan lelah namun senang.

Aku sendiri merasa senang banget sama liburan kali ini, apalagi di Siantar. Maaf ya kalau aku menceritakannya kurang detail. Maklumlah, aku ngetiknya sambil lemes-lemes. Tapi tidak lupa,  sambil ngemil popcorn. Popcornnya masih ada sisa dua bungkus soalnya. 🙂 Yah, kalau ada yang mau ditanya,  silahkan tanyakan.

Advertisements