Waktu lagi menulis ini, di sekitarku lagi nggak ada orang. Bapak lagi tidur. Ka Irene juga lagi tidur. Mama di kantor. Televisi lagi gak nyala. Radio tetangga juga lagi off (biasanya selalu nyala, dengan lagu-lagu batak). Yah, akhirnya aku mainin lagu di komputer aja. Sekarang, aku lagi dengerin lagunya David Archuleta yang Crush.

Sebenernya aku lagi gak tau mau nulis apa. Tadi di sekolah ga ada sesuatu yang luar biasa banget. Oh ya, tadi Murni ngajarin aku kata baru dalam bahasa batak, yaitu “pargabus” yang artinya “pembohong” dan “margabus” yang artinya “berbohong”. Karena si Murni ngejelasinnya putus-putus dan bahasa Indonesia-nya kacau, jadi aku agak bingung. Aku pun bertanya lagi sama dia.

Hanna : “Murni, jadi “pargabus” tuh artinya pembohong, terus “margabus” artinya “berbohong”, gitu kan?”
Murni : “Iya”

Tapi waktu aku nanya lagi sama dia, setelah beberapa selang waktu kemudian, dia memberikan jawaban yang sebaliknya.

Hanna : “Mur, jadi pargabus itu pembohong kan?”
Murni : “Hee, bukan. Artinya berbohong”
Hanna : “Lha, gimana sih! Tadi katanya pargabus itu pembohong? Jadi yang pembohong itu margabus? Duh, yang bener dong murni!! Jadi yang mana yang bener?”
Murni : “Kalo par- itu pembohong, kalo mar- itu berbohong”
Hanna : “Yee, berarti udah bener dong yang tadi aku bilang”
Murni : “Daong, tadi kau bilang kan, margabus itu pembohong. Par- itu baru pembohong!”

Ternyata Murni salah denger. Dia kira aku ngomong “margabus” bukan “pargabus”. Ya ampun Murni, bikin ribet aja sih.

Terus ada kata lain yang aku pelajari. Tapi bukan dari si Murni, melainkan dari seorang temanku yang bernama Winda. Pertamanya aku bertanya sama Murni, tapi Murni nggak tau. Kata apakah itu? Silahkan simak percakapan kami di bawah ini. (kayak buku pelajarana aja deh)

Hanna : “Murni, apa bahasa bataknya “kangen”?”
Murni : “Emm..apa ya..kangen..emm?”
Hanna : “Nggak tau ya?”

Akhirnya aku beralih bertanya kepada Kristianto.

Hanna : “Kris, apa bahasa bataknya kangen?”
Kris : “Apa ya? Nggak tau.”

Emang si Kris lagi nggak mau mikir. Terus tiba-tiba aku melihat si Winda. Winda lagi bangkit dari kursinya, mau keluar kelas (emang lagi jam istirahat). Tapi, aku cegat si Winda.

Hanna : “Winda, bahasa bataknya kangen apa sih?”
Winda, tanpa mikir, langsung menjawab.
Winda : “Kangen? Marsihol”
Hanna : “Ooh..”

Jadi bahasa bataknya “kangen” itu “marsihol”. Nah kalo mau bilang “aku kangen kamu” dalam bahasa batak bagaimana? Aku emang susah kalo mau mengaplikasikan sebuah kata ke dalam kalimat. Jadi yah, aku nanya lagi ke si Winda.

Hanna : “Win, kalo aku mau bilang “aku kangen kamu” dalam bahasa batak gimana?”
Winda : *senyum-senyum* “Ahu marsihol tu si Alvian”
Hanna : “Winda!”

Nah ini nih. Mudah-mudahan kalimat Winda tadi nggak menimbulkan pertanyaan ya, buat pembaca. Duh.. Ya begitulah kawan-kawan, Winda emang suka nge-ceng-in temennya.

Nah, hari ini bertambahlah pengetahuanku. Kalo mau diringkas, beginilah jadinya.
1. Pargabus : Pembohong
2. Margabus : Berbohong
3. Masihol : Kangen atau Rindu
Begitulah kawan-kawan.

nb: kalo ada yang mau ditanyakan, silahkan tanya lewat comment. aku akan jawab sebisaku.

Advertisements