Waktu baru-baru dateng ke Pangururan, aku merasa sangat berbeda. Sangat terasing. Yang paling bikin aku merasa “berbeda” adalah bahasa yang mereka pake. Temen-temen aku pake bahasa batak, yang aku (waktu itu) sama sekali nggak ngerti. Udah gitu kalo dia ajak ngomong bahasa Indonesia, mereka juga nggak lancar dan kagok-kagok. Aku jadi bingung sendiri mengartikan apa yang mereka bilang. Apalagi kadang-kadang kata yang mereka pake nggak sesuai sama apa yang mereka mau bilang, itu menurut aku. Padahal sebenernya, kata itu punya arti yang berbeda sama pengertian aku. Nih, contoh-contohnya.
Kereta
Apa artinya kereta? Menurut kamus besar Hanna Helena (halah gak jelas), kereta itu alat transportasi darat yang panjang dan jalannya di atas rel. Tapi ternyata di Pangururan, kereta tuh artinya sepeda motor. Aku pernah ditanya sama temen aku waktu baru pertama kali dateng ke sini, “Hanna, nanti kamu pulang naik kereta?”. Aku bingung banget ditanya begitu, emang di sini ada kereta ya? Langsung aku jawab aja, “Enggak, aku naik becak”, dan aku jawab begitu karena aku nggak tau arti kereta. Padahal emang aku naik sepeda motor.
Roster
Pernah denger kata roster sebelumnya? Enggak yah. Emang, aku juga sebelum pindah ke sini nggak pernah denger kata roster. Tapi, di pangururan ini roster ini artinya jadwa pelajaran. Nah, waktu pertama kali masuk 8F kan aku dikasih jadwal pelajaran itu sama temen aku yang namanya Joice. Terus dia bilang, “Itu roster kita”. Aku langsung mikir aja kalo itu jadwal pelajaran. Soalnya, seperti jadwal pelajaran biasannya, ada daftar nama bid study yang dibagi sesuai hari.
Teh atau Tes
Teh itu kan sari dari daun teh. Tapi kalo di pangururan, teh tuh artinya air minum. Yep, cuma air minum. Pokoknya mau, jus jeruk, susu, jamu, air mineral, atau “teh” itu sendiri, mereka menyebutnya teh. Waktu aku lagi pelajaran olahraga, seorang teman nanya gini sama aku, “Hanna, kau bawa teh mu?”. Aku jawab, “Teh? Aku nggak bawa teh, aku bawa air putih. Mau?”. Temanku itu ketawa sendiri terus bilang, “Itu nya maksudku”
Reses
Kalo gak salah sih aku pernah bahas kata ini di postingan sebelumnya. Tapi aku kasih tau lagi deh. Reses tuh di sini artinya istirahat. Jadi, kalo mereka mau bilang “waktu istirahat udah mulai”, mereka bilangnya “waktu reses udah mulai”
Menyapu
Menyapu di pangururan bisa berarti piket. Nih, pernah aku ngobrol sama Murni. Terus aku nanya sama dia, “Murni, nanti kamu piket kan?”. Terus si Murni keliatannya nggak ngerti gitu. Murni bilang, “Piket? Apa maksudnya piket?”. Terus, aku langsung cepet cepet bilang, “Maksudnya menyapu”. Yah, orang pangururan emang nggak ngerti arti piket.
Roll
Roll itu artinya penggaris di pangururan. Seorang teman pernah minta pinjem penggaris sama aku, dia bilang begini “Han, pinjam dulu roll mu!”. Karna aku pasang tampang nggak ngerti, dia langsung ngelanjutin, “Maksudku belebas, belebas!”. Waduh, makin nggak ngerti saya. Belebas ternyata nama lainnya roll. Yeeh, ni orang. Tinggal bilang “penggaris” aja susah.
Paket
Apa arti paket? Artinya mungkin sama sekali nggak kamu sangka-sangka. Kalo di sana kan paket artinya bingkisan atau kiriman. Bisa juga buku cetak pelajaran (buku paket ips, contohnya). Tapi selain itu, di pangururan arti paket adalah teman dekat. Aneh ya? Aku juga heran sendiri kenapa disebut paket. Jadi, kalo misalnya kita ketemu temen deket kita, kita bisa berseru gini, “Yoo, paket!” terus tos deh! Istilah tos di pangururan ada lagi, nyebutnya “cas”. Tapi kadang-kadang paket bisa juga kok dipake sama temen kita yang nggak deket-deket banget. Malah menurut aku, seruan “Yoo, paket!” itu sendiri yang membuat kita lebih akrab dan nggak segan sama temen kita yang nggak deket-deket banget itu.
Itu masih sedikit dari berpuluh-puluh kata lain yang kalo kawan-kawan denger, pasti aneh banget. Lain kali aku lanjut lagi ya! Daaah!
December 4, 2008 at 7:32 am
yooo!! paket!!!!!!
hahahaha XD
apakah kamu sedang reses ???
(?)
XDDD
aitakattaa~~ hannacchi~~~~!!!!!!!!!!!!!! XDDDDDD
December 5, 2008 at 5:54 am
hanna
si kiki gangguin aku kalo lagi gambar!!!!!
marahin si kiki!!! dia nakal~~~!!!!!! DDX
TT_TT
hanna: hahahaha… jadi inget..kalo aku lagi gambar kiki juga suka gangguin aku.. ^^
December 20, 2008 at 11:57 pm
Btw, Hanna dah bisa batak belum??
hanna: sedikit-sedikit sudah bisa, memang lagi belajar…
June 10, 2009 at 12:01 pm
yahhh ampunn mbakk… pliss degh biasa aja..
itu smua bukan bahasa yang hanya ada dipangururan..tapi sesumatera utara.. bahkan mungkin sesumatera.. karena melayunya masih kental..
mbak emang aslinya orang mana??
gak tau trima kasih dah diterima di pangururan..adaptasi dongg!!!
temen2ku yang dari jawa, jkt bahkan papua bisa aja ngerti bahasanya dengan gampang!karena mereka memang paham dengan ke-melayu-an sumatera..
aq mandang mbak bukannya pinter.. malah terkesan tolol!
Damn!
puihhh
hanna: where is your manner? if you don’t like it, just keep your bloody opinion for yourself. give me advices, not bad comments. thank you so much.
October 26, 2009 at 1:40 pm
kau jangan salahkan orang kalau kau dinilai tak berotak..
liat aja tulisanmu itu..
dan tmn2 itu juga udah ngetawain bahasa di pangururan..
kalau kau mau aman, edit lagi dan telaah ulang isi postinganmu ini..
gayamu pakek nama “samosir girl”
tp tak tau cara menghargai samosir.
November 1, 2009 at 5:44 am
Apa hak anda mengatakan bahwa saya tidak menghargai Samosir? Asal anda tau, saya benar2 menghargai Samosir karena itu saya membuat blog ini. Anda tidak membaca seluruh tulisan saya, jadi bagaimana anda bisa menilai saya tidak berotak?
Dengan tulisan ini saya ingin mengatakan betapa beragamnya budaya dan bahasa kita. Saya ingin membaginya kepada semua orang, betapa saya sangat bingung waktu pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang belum pernah saya datangi.
Menurut saya, lebih baik anda memberi saran bagaimana saya dapat meng improve tulisan ini. Daripada memberi komentar tidak berbobot.
November 6, 2009 at 10:49 am
santy dan samosir : Anda berdua sepertinya taksuka dengan gaya bahasa ito ini. Kenapa?. Biasa aja lagi. Ini kan blog dia, suka-suka dia dong. Helena pengen mengutarakan apa yang ada dalam perasaanya di blog ini.
Kita harus hargai kalau dia bilang ‘aneh’ sama kata-kata diatas. Ingat. Dia dari jakarta pindah ke pangururan.
Seandainya dia dari jakarta, lalu ke medan, lalu ke siantar, dan pangururan, mungkin dia nggak akan merasa aneh dengan kosakata kereta, penyapu, dll.
Kasar sekali bahasa kalian berdua. Jangan mudah tersinggunglah. Saya salut lihat ITO ini. Kesalutan saya apa?. Dia sudah mulai belajar menulis. Dia masih murid SMP. Seberapa banyak murid SMP di pangururuan punya hobbi menulis?.
Tak ada sedikit pun dari tulisan Helena diatas yang menunjukkan KETIDAK SUKAAN, PENGHINAAN, TIDAK MENGHARGAI SAMOSIR. Dia hanya merasa ANEH dan BEDA sama bahasa/aksen/ISTILAH di samosir. Itu aja kok.
Minta maaf lah kalian berdua, sudah menyinggung perasaanya….huh!
November 6, 2009 at 10:53 am
saya CP tulisan ITO ini. Tolong anda, samosir dan shanty baca baik baik’